Selasa, 25 Juni 2013

CORETAN UNTUK TUHAN

Desah nafas kian tersengkal
Terjerat dalam lelahnya harapan
Langkah pun semu
Tanpa arah
Tanpa tujuan
Bertahan dalam sebuah mimpi
Mimpi kembali seperti semula

Ingin rasanya syukur ini dalam keadaan
Jalani arah dengan selayaknya
Namun hati seolah melawan
Mungkin karna ketidak biasaanku atas kehendak-Mu

Tuhan..
Ku kirimkan coretan kecil ini
Setidaknya sebagai permintaan maafku untuk-Mu..

Rabu, 19 Juni 2013

SEBUAH MEMORI

Hatiku merenung..
Sebuah nuansa alam yang membuat jasadku terpaku
Tergenang dalam bauran yang sukar untuk dimengerti
Meninggalkanku dibatas sketsa cinta yang buram

Hatikupun kian hampa..
Dia telah jauh pergi
Semburat lembayung hadir didepan mata
Membias tanpa aturan yang tak juga mampu menentramkan hati
Seolah mencerminkan satu memori kisah yang telah berlalu..

Senin, 17 Juni 2013

IBU

Wahai surga..
Sampaikan saja bait rindu ini untuk orang yang aku cinta
Karna tiada kata mesra yang kumampui selain doa
Dan ku kirim lewat sujudku yang bersimpuh dosa

Wahai surga..
Andai bidadari itu adalah dia yang sangat ku cinta
Katakan saja bahwa aku masih sangat merindu peluknya
Karna dia pelita yang selalu menerangi gelapnya jiwa
Dan takkan pernah terganti untuk selama-lamanya

IBU. . .
Aku merindukanmu

Minggu, 16 Juni 2013

SEBUAH HARAPAN

Duduk dengan sebuah gitar tuaku
Ku petik senar merangkai nada
Meski ku tau nada yang ku punya tak semerdu mereka
Namun harapku tak ingin menjadi sia-sia

Malam ini ku ingin bernyanyi
Bersama bulan,
Bersama bintang,
Bersama dingin yang sudah merasuk disekujur tubuhku

Ku ingin semua mendengar
Saatku berteriak lantang menyanyikan lagu-laguku
Saatku telah berharap
Ku ingin semua menjadi nyata

MERINDUMU

Sedikit kutorehkan kata dari lukisan hati
Kata yang biasa,,
Bukan sebuah syair ataupun puisi
Hanya sebagai lambang kerinduan yang sudah sangat lama ada
Bahkan aku sempat lupa kapan memulainya
Karna jalan kita yang telah jauh berbeda

Kasih..
Rindu ini tulus dari dalam jiwa
Dan aku tidak pernah tahu sampai kapan aku harus memukulnya
Semoga rindu ini akan selesai saat dia mulai memahami..

Karna rindu ini
Masih memerlukan dekapmu..

Sabtu, 15 Juni 2013

DO'A

Seberapa kuatku bertahan meniti jalan..
Seberapa mampu ku menjinjing berat beban..
Seberapa tegar ku hidup dalam kesuraman..
Yang semuanya itu seolah mimpi..
Seperti dunia tak berpihak kepadaku..

Ya Tuhan..
Ku kidungkan doa dengan tetesan air mata..
Kiranya Kau dengar sedikit saja rintihan hati yang terluka..

Jumat, 14 Juni 2013

AIR MATA KEIKHLASAN

Ini adalah air mata keihklasan
Yang bermuara pada sebuah ketulusan
Cinta yang harus kurelakan
Mengalir lepas jatuh tak bisa ku dapatkan

Gemercik rindu masih indah dihatiku
Walau kadang riakmu sesekali melukaiku
Aku masih sanggup

Aku masih mampu
Menahan sakitnya hingga terkoyak perasaanku

Bebasnya kau mengalir dalam jiwa
Memenuhi ruang hati menerjang derita
Tak mengindahkan lagi jiwaku yang tersiksa
Menahan sakitnya sabarku tetap mencinta

AKU PERGI, JIKA ITU TERBAIK UNTUKMU


Sebenarnya ini bukan tentang kematian, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranku untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya hatiku seperti tak berada di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Andai Kau tahu,  rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah di ukir, pada kenangan pahit manis,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar semua ini.
Selamat Tinggal

LUKA LAGI

Sekarang apalagi..??
Dan bila ku tak mengerti..
Atau kau yang tak punya hati..
Kau melebur rasa..
Seolah tak punya dosa..
Dan kau tertawa..aku yang terluka..

Salam Pembuka

"Semua penulis akan mati. Hanya karyanyalah yang akan abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti."(Ali bin Abi Thalib)